Popular Posts
-
Gugus Pelindung Amina Gugus pelindung amina secara umum Amina merupakan senyawa organik dan gugus fungsional yang isinya terdiri d...
-
Berikut adalah mekanisme reaksi sintesis senyawa mitomycin berdasarkan pendekatan khisi-nya yang meliputi beberapa tahapan, yaitu : A....
-
KORTISON Kortison adalah suatu hormon steroid yang mempunyai nama kimia: 17-hydroxy-11-dehydrocortisosterone . Hormon ini dilepaska...
-
Total Sintesis Mitomycin Obat - obatan kemoterapi dapat dibagi menjadi bebera pagolongan berdasarkan faktor bagaimana obat itu ...
-
Gugus Pelindung Reaksi kimia yang memiliki gugus fungsi lebih dari satu memerlukan reaksi selektif untuk menghindarkan terjadinya reak...
-
Lanjutan Total Sintesis Kortison Tahap 6 Selanjutnya pada tahap ini, senyawa y...
Blogger templates
UNIVERSITAS JAMBI
Blogger news
Kimia Organik Sintesis
Blogroll
About
Haii....Terimakasih telah berkunjung di Blog saya.
Nama Saya Seven David Siringo Ringo, saya berasal dari mesuji Lampung dan Sekarang saya lagi disibukan dengan kuliah saya di Universitas Jambi Jurusan Kimia Murni.
Sekian perkenal singkat dari saya, Semoga blog ini bisa membantu anda
Blog Archive
Diberdayakan oleh Blogger.
Multimedia Updates
Mengenai Saya
Blog Archive
BLOG ARCHIVE
2016(1)
april
Blogroll
Video
About
Google Chemistry
Popular Posts
-
Gugus Pelindung Amina Gugus pelindung amina secara umum Amina merupakan senyawa organik dan gugus fungsional yang isinya terdiri d...
-
Berikut adalah mekanisme reaksi sintesis senyawa mitomycin berdasarkan pendekatan khisi-nya yang meliputi beberapa tahapan, yaitu : A....
-
KORTISON Kortison adalah suatu hormon steroid yang mempunyai nama kimia: 17-hydroxy-11-dehydrocortisosterone . Hormon ini dilepaska...
-
Total Sintesis Mitomycin Obat - obatan kemoterapi dapat dibagi menjadi bebera pagolongan berdasarkan faktor bagaimana obat itu ...
-
Gugus Pelindung Reaksi kimia yang memiliki gugus fungsi lebih dari satu memerlukan reaksi selektif untuk menghindarkan terjadinya reak...
-
Lanjutan Total Sintesis Kortison Tahap 6 Selanjutnya pada tahap ini, senyawa y...
Popular Posts
-
Gugus Pelindung Amina Gugus pelindung amina secara umum Amina merupakan senyawa organik dan gugus fungsional yang isinya terdiri d...
-
Berikut adalah mekanisme reaksi sintesis senyawa mitomycin berdasarkan pendekatan khisi-nya yang meliputi beberapa tahapan, yaitu : A....
-
KORTISON Kortison adalah suatu hormon steroid yang mempunyai nama kimia: 17-hydroxy-11-dehydrocortisosterone . Hormon ini dilepaska...
-
Total Sintesis Mitomycin Obat - obatan kemoterapi dapat dibagi menjadi bebera pagolongan berdasarkan faktor bagaimana obat itu ...
-
Gugus Pelindung Reaksi kimia yang memiliki gugus fungsi lebih dari satu memerlukan reaksi selektif untuk menghindarkan terjadinya reak...
-
Lanjutan Total Sintesis Kortison Tahap 6 Selanjutnya pada tahap ini, senyawa y...
Sabtu, 14 Mei 2016
KORTISON
Kortison adalah suatu hormon steroid yang mempunyai nama
kimia: 17-hydroxy-11-dehydrocortisosterone. Hormon ini dilepaskan oleh
kelenjar adrenal sebagai respons terhadap adanya stres. Kortison
merupakan suatu produk akhir dari proses yang disebut sebagai steroidgenesis.
Proses dimulai dengan dibentuknya Kolesterol dan akhirnya terbentuk
hormon steroid. Salah satu hasil akhirnya adalah kortisol. Kortisol
mempunyai keaktifan glukocortikoid yang lebih besar dari pada
kortison. Kortison juga merupakan molekul inaktip dari hormon kortisol.
Kortisol juga dikenal sebagai hydrokortison.
Pembentukan
Kortisol
Kelenjar adrenal terletak di kutub superior
kedua ginjal. Kelenjar ini beratnya kira-kira 4 gram. Kelenjar ini terdiri atas
dua bagian yang berbeda, yaitu : (1) Medula Adrenal yang berada di pusat,
bagian ini kira-kira 20% dari keseluruhan kelenjar adrenal, berkaitan dengan
sistem saraf simpatis, bertugas untuk mensekresi hormon epinefrin dan
norepinefrin; (2) Korteks Adrenal. Stimulasi korteks oleh sistem saraf
simpatetik menyebabkan dikeluarkannya hormon ke dalam darah yang menimbulkan
respon “fight or flight”.
Korteks adrenal
berada di luar dan berfungsi untuk mensekresi hormon kortikosteroid dan
androgen. Hormon kortikosteroid dibagi menjadi : (1) Mineralkortikosteroid,
contohnya aldosteron. Berfungsi mempengaruhi elektrolit (mineral) cairan
ekstraseluler dan metabolisme Na & K. Volum cairan diatur melalui efek
langsung pada collecting tubule, dimana aldosteron menyebabkan penurunan
potensial transmembran, peningkatan aliran ion positif, seperti kalium, keluar
dari sel ke dalam lumen. Ion natrium yang direabsorbsi diangkut keluar epitel
tubulus dikirim ke dalam cairan interstisiel ginjal dan dari sana kedalam
sirkulasi kapiler ginjal. Air secara pasif pengangkutan natrium; (2)
Glukokortikoid, contohnya kortisol. Efek fisiologi glukokortikoid termasuk
pengaturan metabolisme protein, karbohidrat, lemak, dan asam nukleat. Peran
kortisol dalam meningkatkan konsentrasi gula darah adalah dengan bekerja
sebagai antagonis insulin dan dengan menekan sekresi insulin,dengan demikian
menghambat ambilan glukosa perifer, mempromosikan sintesa glukosa hati
(glukoneogenesis) dan meningkatkan kandungan glikogen hati. Glukokortikoid juga
memiliki kandungan anti inflamasi yang berkaitan dengan efek mikrovaskulatur
dan menekan sitokin inflamasi.
Glukokorticoid dikeluarkan oleh korteks
kelenjar adrenal yang dikeluarkan kedalam sirkulasi secara circadian sebagai
respon terhadap stress.Cortisol merupakan glukokortikoid utama didalam tubuh
manusia.
Fungsi Kortison adalah sebagai berikut:
1. Hormon Kortison dan hormon Adrenalin merupakan
hormon utama yang dilepas oleh kelenjar adrenal sebagai respons terhadap adanya
suatu stres. Hormon ini akan menaikkan tekanan darah dan sebagai persiapan
tubuh untuk melawan stres;
2. Kortison akan menekan sistim kekebalan tubuh dan akan
menekan reaksi peradangan sendi lutut, siku dan bahu, mengurang rasa nyeri dan
pembengkakan pada tempat dimana ada luka. Penggunaan dalam jangka lama akan
memberikan efek samping yang serius seperti muka yang menjadi bundar (moon
face);
3. Kortison juga dapat digunakan untuk menekan respons
kekebalan penderita dengan penyakit autoimun atau digunakan pada
transplantasi organ tubuh untuk menekan reaksi penolakan jaringan;
4. Kortison tidak mengurangi lamanya infeksi suatu virus tetapi
digunakan murni untuk membuat penderita nyaman saat berbicara atau menelan
makanan sebagai akibat adanya penyakit Mononukleosus yang menyebabkan
pembengkakan tenggorokan.
Kortison adalah suatu hormon steroid yang mempunyai nama kimia: 17-hydroxy-11-dehydrocortisosterone. Proses dimulai
dengan dibentuknya Kolesterol dan
akhirnya terbentuk hormon steroid.
Bagian
dari struktur kolesterol
Banyak peneliti berupaya untuk mensintesis senyawa ini
karena beberapa alasan, salah satunya adalah minimalnya kortison yang
disintesis oleh tubuh dan adanya nyeri berkepanjangan. Berikut ini adalah
mekanisme sintesis kortison yang terdiri dari beberapa tahap :
- Tahap 1
Pada tahap ini, terjadi reaksi diels alder antara alkena dengan
suatu diena membentuk senyawa siklik (cincin D) selanjutnya terjadi reaksi
reduksi oleh LiAlH4 sehingga gugus keton berubah menjadi OH. Mekanismenya
adalah sebgai berikut :
- Tahap 2
Pada tahap ini terjadi reaksi kondensasi aldol menggunakan
reagen 1-pentena-3-on sehingga terbentuk siklik (cincin B) dan selanjutnya
terjadi reaksi osimilasi dengan menggunakan OsO4 yang mengadisi ikatan
rangkap pada alkena dan membentuk diol. mekanismenya sebagai berikut :
- Tahap 3
Pada tahap ini, ditambahkan aseton yang berfungsi untuk
membentuk gugus pelindung ketoester yang berfungsi melindungi gugus OH pada
cincin D agar tidak bereaksi dengan reagen yang ditambahkan, mekanismenya
sebagai berikut :
- Tahap 4
Pada tahap ini senyawa yang sudah dihasilkan direaksikan
dengan gas H2 dengan katalis Paladium (Pd) yang berfungsi untuk mengadisi
ikatan rangkap pada cincin C, mekanismenya adalah sebagai berikut :
- Tahap 5
Pada tahap ini, terjadi reaksi kondensasi aldol dengan
menggunakan reagen 1-butena-3-on sehingga terbentuk siklik (cincin A),
mekanismenya adalah sebagai berikut :
- Tahap 6
Selanjutnya pada tahap
ini, senyawa yang dihasilkan dioksidasi membentuk asam karboksilat (pada cincin
A), mekanismenya sebagai berikut :
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar